Posts Tagged ‘Malaysia

26
Mar
11

Malaysia Kaya – Indonesia Miskin, Kenapa

Pengusaha Real Estate Indonesia, Ir. Ciputra mengatakan, akar dari kemiskinan di Indonesia bukan hanya akibat akses pendidikan, karena hal itu hanyalah penyebab sebagian kecil. Tapi yang menjadi akar dari kemiskinan di Indonesia, karena negara tidak mengembangkan, tidak mengajarkan entrepreneurship dan jiwa entrepreneur dengan baik pada masyarakatnya.

Entrepreneur atau wirausahawan, adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran atau rongsokan menjadi emas.

Indonesia banyak menciptakan sarjana pencari kerja, bukan pencipta lapangan kerja, itu membuat masyarakat Indonesia terbiasa makan gaji sehingga tidak mandiri dan kreatif. Indonesia selama ini hanya mencetak begitu banyak sarjana yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya, tetapi tidak menjadikan mereka lulusan yang kreatif.

Malaysia punya lebih banyak wirausahawan daripada Indonesia, kini mereka lebih maju karena pendapatannya yang 4 kali lebih besar dari Indonesia.

Makin banyak entrepreneur, seharusnya semakin makmur negara itu. Ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) David McClelland pernah menjelaskan bahwa suatu negara disebut makmur jika minimal mempunyai jumlah wirausahawan minimal 2% dari jumlah penduduk di negara tersebut.

Menurut Ir Antonius Tanan, Direktur Human Resources Development (HRD) Ciputra Group yang juga menangani Ciputra Entrepreneurship School (CES), bahwa pada 2007 lalu AS memiliki 11,5% wirausahawan di negaranya.

Sementara itu, Singapura memunyai 4,24 juta wirausahawan pada 2001 atau sekitar 2,1 %. Dan 4 tahun kemudian (2006) jumlah tersebut meningkat menjadi 7,2%, sedangkan Indonesia hanya memiliki 0,18% jumlah wirausahawan (sampai dengan bulan Desember 2010).

Sedangkan Malaysia, yang kita pakai perbandingan, jumlah wirausahawan di negara tersebut sudah mencapai 2.1% (sampai dengan bulan Desember 2010).

Indonesia terlalu banyak memiliki perguruan tinggi dan terlalu banyak menghasilkan sarjana, tetapi sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan kerja. Akhirnya kita hanya banyak melahirkan pengangguran terdidik, tahun 2008 saja Indonesia punya 1,1 juta penganggur yang merupakan lulusan perguruan tinggi (S1).

Generasi muda Indonesia kebanyakan tidak memiliki kemampuan menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri karena mereka terbiasa berpikir untuk mencari kerja. Pikiran itu mungkin sudah tertanam sejak mereka kecil. Sekolah, Lulus, Kuliah, Tamat, Cari Kerja. Paling banter juga rebutan cari kursi PNS.

22
Mar
11

Entikong Musnahkan Lele Ilegal Asal Malaysia

Sejumlah 525 lele jumbo ilegal asal Malaysia dimusnahkan. Ratusan lele ilegal yang masuk melalui Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, itu terdeteksi mengandung penyakit berbahaya.

Pemusnahan dilakukan oleh Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan di Entikong, Kamis (17/3/2011). Lele ilegal berupa induk, calon induk, maupun ikan konsumsi itu dimusnahkan dengan cara dibakar.

Lele impor tersebut dinyatakan ilegal karena tidak memenuhi sejumlah persyaratan karantina. Persyaratan itu meliputi sertifikat kesehatan ikan dari negara asal, dilaporkan ke petugas karantina, serta izin pemasukan dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Dari hasil pemeriksaan sampel, lele dalam kondisi hidup itu juga terjangkit penyakit berbahaya berupa bakteri Edwardsiella tarda.

Kepala BKIPM Syamsul Ma’arif mengemukakan, lele ilegal itu masuk secara bertahap, yakni tanggal 14 Februari, 25 Februari, dan 13 Maret. Impor lele ditengarai masih marak, mulai dari induk sampai ikan konsumsi. Pemicu utamanya adalah harga lele lokal yang mahal dan sulit didapat.

Adapun harga lele dari Malaysia berkisar Rp 8.000 per kilogram-Rp 15.000 per kilogram, sedangkan harga lele di Kalimantan Barat mencapai Rp 20.000-Rp 25.000 per ekor. Disparitas harga yang tinggi memicu produk lele Malaysia mengalir, baik untuk konsumsi maupun indukan untuk dibenihkan. ”Celakanya, produk impor ikan rentan mengandung bibit penyakit,” ujar Syamsul.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Gatot Rudiyono menuturkan, kebutuhan konsumsi ikan lele di Kalimantan Barat terus meningkat, terutama dengan semakin digemarinya masakan pecel lele. Sementara itu, produksi masih jauh dari optimal karena minimnya ketersediaan indukan dan benih.

Tahun 2011, produksi lele di Kalimantan Barat ditargetkan sebesar 35.000 ton sehingga dibutuhkan benih sebanyak 50 juta ekor. Namun, kapasitas benih yang tersedia baru 10 juta ekor. Untuk menggenjot produksi, pihaknya mendorong balai-balai perikanan dan usaha pembenihan rakyat

Sumber : Kompas




free counters

KALENDER GUE

Juli 2017
S S R K J S M
« Feb    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

FaceBook Gue Nich

Blog Stats

  • 43,641 hits

Top Clicks

  • Tidak ada