Archive for the 'Catatan Teman' Category

03
Okt
11

Membentuk Positif Thinking

Cara yang berguna untuk membantu kita membentuk pikiran positif :

1. Bayangkanlah akibat terburuk yang mungkin terjadi

Bila Kita cenderung mudah khawatir bahwa segala sesuatu tidak akan berjalan sesuai dengan yang Kita harapkan, bayangkanlah akibat terburuk yang mungkin terjadi. Dengan bertanya kepada diri sendiri, “Kemungkinan terburuk apakah yang bisa terjadi?“ Kita akan merasa lebih tenang dengan menerimanya kalaupun segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan yang Kita harapkan , katakanlah pada diri sendiri bahwa semua itu bukanlah akhir dari segalanya. Langkah berikutnya , pikirkanlah cara – cara untuk membuat keadaan lebih baik sekali kita mulai bertindak Kita tidak akan mempunyai waktu untuk memikirkan kekhawatiran tersebut.

2. Lihatlah segala sesuatu secara khusus jangan disama ratakan

Sudah sewajarnya bila kita memilki satu hal yang tidak mampu kita kerjakan dengan baik. Karena itu kita tidak perlu menyamaratakan. Jangan sampai ketidakmampuan kita melakukan satu hal membuat kita merasa tidak mampu melakukan hal lain. Terkadang kita cenderung membesar – besarkan sesuatu hal dari yang sebenarnya. Misalnya seseorang murid merasa dirinya lengah dalam pelajaran Matematika, padahal ia hanya belum menguasai perkalian dan pembagian yang panjang. Jadi batasilah masalahnya, jangan dibesar – besarkan sehingga kita meragukan kemampuan kita sendiri.

3. Lakukanlah sebaik mungkin lalu terimalah bagaimanapun hasilnya

Bila kita telah berusaha mengerjakan sesuatu atau menyelesaikan sesuatu masalah dengan segenap kemampuan kita, selanjutnya hadapilah apapun yang akan terjadi, bahkan hal yang paling kritis sekalipun. Kita harus menyadari bahwa berpikir positif tidak berarti satu penyelesaian sesudah itu selesai. Ingatlah pepatah lama : Jika pertama kita gagal, coba, coba, dan cobalah lagi.

4. Akuilah prestasi dan kegagalan Kita

Jika hasil pekerjaan Kita memang baik, akuilah. Kita semua mudah merasa tidak enak jika mengalami kegagalan, jadi mengapa tidak merasa senang jika berhasil ? Terimalah dengan senang hati jika seseorang memuji Kita. Cara terbaik menerima pujian tanpa menjadi sombong adalah cukup dengan mengucapkan terima kasih.

 

Namun bila kita gagal, atau hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan, hampir disemua tempat kita diprotes (yang masuk akal sehat), karena yang kita kerjakan mubazir, tidak imbang, seperti mengada-ada, memboroskan waktu, tenaga, biaya, dengan hasil yang sangat nihil, ya akuilah secara gentleman, jangan berkilah-kilah seperti orang stress tujuh keliling, jangan merasa apapun yang saya perbuat itu yang paling baik, dan harus diterima. Perencanaan yang matang dengan bermusyawarah pada ahlinya akan menghasilkan yang terbaik, walau lebih lambat prosesnya.

Iklan
27
Jun
11

Jawaban Elegan Seorang Tukang Bakso

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?

“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya
membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman “.

“Maksudnya.. …?”, saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.

“Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”.

Pesan dari Kaskuser

20
Mar
11

Cinta

Tuhan…

Saat aku menyukai seorang teman

ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir

Sehingga aku akan tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan…

Ketika aku merindukan seorang kekasih

Rindukanlah aku pada yang rindu Cinta Sejati-Mu

Agar kerinduanku pada-Mu semakin Menjadi

Tuhan…

Jika aku hendak mencintai seseorang

Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu

Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan…

Ketika aku berucap aku cinta pada-Mu

Biarlah kukatakan pada yang hatinya tertaut pada-Mu

Agar aku tak jatuh pada cinta yang bukan karena-Mu

Tuhan…

Sebagaimana orang bijak berucap

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa

Dicintai seseorang adalah sesuatu

Dicintai oleh orang yang kw cintai sangat berarti

Tapi dicintai Oleh Sang Pencipta Adalah Segalanya…

 

dri buku catatan teman …

20
Mar
11

Mimpi …

Apakah itu mimpi?

Mimpi adalah hal yang membuatku melaju lebih cepat saat langkahku melambat..

Mimpi adalah hal yang membuatku terus berjalan saat tubuhku ingin berhenti..

Mimpi adalah hal yang membuat hatiku tetap bertahan saat semangat itu tiada..

dan aku pun terus berjalan..

Bagaimana bentuk mimpi?

Mimpi adalah manifestasi kegelisahanku yang menginginkan ketenangan..

Mimpi adalah kesimpulan kebingunganku yang menginginkan jawaban..

Mimpi adalah penengah ketidakberdayaanku yang menginginkan kekuatan..

dan aku pun terus mencari..

Dimanakah mimpi itu?

Mimpi terletak lekat di balik kelopak mataku yang menolak terbuka..

Mimpi terletak jauh di dunia anganku yang terpisah oleh kesadaran..

Mimpi terletak dalam di dasar hatiku yang tak ingin berharap..

dan aku semakin tertinggal..

Kapan aku bisa bermimpi?

Mimpi datang saat aku butuh sesuatu untuk mengisi kekosongan..

Mimpi datang saat aku butuh dorongan untuk mewujudkan harapan..

Mimpi datang saat aku terlalu letih untuk memahami kenyataan..

dan aku kembali tertipu..

Bisakah aku berhenti bermimpi?

Mimpi terhenti saat hitam putih lamunanku dilunturkan oleh warna..

Mimpi terhenti saat kesunyian lelapku dibangunkan oleh suara..

Mimpi terhenti saat kekakuan hatiku dikejutkan oleh cinta..

dan aku kembali berjalan..

 

Hidupku lebih dari sekedar mimpi.. bangunkan aku yang terlelap..

Catatan seorang teman ….




free counters

KALENDER GUE

September 2017
S S R K J S M
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

FaceBook Gue Nich

Blog Stats

  • 43,847 hits

Top Clicks

  • Tidak ada