Arsip untuk Agustus, 2011

10
Agu
11

PSP TPS

PSP TPS : Pendidikan Sejarah Perjuangan The Panasdalam Serikat

 

Suara adzan Isya dari speaker masjid Salman ITB berkumandang. Mahasiswa lama sedang menghadiri sebuah acara orasi politik di lapang basket. Sebuah spanduk yang melintang di tengah boulevard berteriak: Selamat Datang Mahasiswa-Mahasiswi Terbaik Indonesia. Itu spanduk untuk menyambut mahasiswa baru yang sudah pada pulang sejak sebelum magrib tadi. Pohon tua yang merambati gerbang kampus sedang terlihat bagus berbunga dengan warnanya yang merah jingga, sedang agak kusam kena cahaya lampu merkuri. Kalender sedang memberitahu bahwa hari itu, malam itu, adalah tanggal 18 Agustus 1995. Cuaca Bandung oh asik sedang bagus-bagusnya. Kampus sedang selalu saja dalam keadaannya yang remang-remang, seperti sengaja untuk menyembunyikan arsip-arsip anti Orde Baru dan juga menyembunyikan mata-mata yang disebar di sana.

 

 

Beberapa mahasiswa sedang ngobrol di unitnya masing-masing. Dan dia yang berdiri di atas meja persegi empat, di sebuah ruangan di lantai dua yang bernama ruangan kuliah studio seni lukis ITB itu, adalah saya. Berdiri untuk membacakan teks proklamasi berdirinya Negara Kesatuan Republik The Panasdalam, disaksikan oleh beberapa kawannya yang diundang untuk duduk di kursinya masing-masing. Bicara saya bahwa mencintai sebuah negara yang bukan lagi menjadi milik bangsanya, tetapi sudah menjadi milik sebuah keluarga di Jakarta, adalah mencintai siapa yang menjadi pemiliknya. Dan apabila kita membencinya, ini celaka maka kita akan dengan begitu mudah dianggap sudah membenci siapa pemiliknya, lalu ditangkap, lalu kena skorsing. Dan malam ini, malam yang romantis ini, adalah malam yang saya juga ingin bilang bahwa inilah harinya kita menyatakan diri membuat sebuah negara sendiri, negara yang biar hanya seluas ruangan kuliah tapi adalah murni milik diri sendiri.

 

 

“Jelek-jelek juga hasil keringat sendiri!!”, seseorang memotong kalimat pidato saya.

 

“Iya”, jawab saya supaya cepet,”Negara yang bila susah maka semua susah, negara yang bila senang, semua sama merasakannya. Negara yang, satu-satunya di dunia, presidennya hapal nama penduduknya”. Hadirin bertepuk tangan.”Saya mohon tepuk tanganlah di saat yang tidak tepat”. Hadirin bertepuktangan lagi.

 

“Sebelum saya bacakan teks proklamasi ini, mungkin bagus kalau diadakan dulu tanya jawab yang berhubungan dengan maksud kita mendirikan negara sendiri. Biar matang”

 

“Saya”, seseorang yang tidak perlu saya sebut namanya mengacungkan tangan,”Berapa luas wilayah negaranya”

“Harus diukur dulu”, seseorang yang lain bicara.

“Iya nanti kita ukur, yang pasti seluas ruangan ini”, jawab saya yang sudah duduk di atas meja.

 

“Bagaimana dengan orangtua kita?”, seseorang bertanya

“Iya, pacar kita”, sambung yang lain.

“Biarlah mereka di luar negeri, di Indonesia”, jawab saya,”Ini keren, betapa kayarayanya kita ini, bahkan mau ke toilet pun harus pergi ke luar negeri. Merokok dari hasil import. Makan ke luar negeri..

“Ha ha, heueuh da gampang tinggal muka panto”, celetuk seseorang yang artinya: ya iya lah karena gampang cuma tinggal buka pintu aja.

“Tepuk tangan dulu euy”. Semuanya tepuk tangan termasuk juga saya, “Iya kan? Enak. Kuliah aja ke luar negeri. Kecuali mungkin yang mahasiswa lukis, tinggal duduk aja nunggu dosen dari luar negeri datang”.

“Ya, betul. Tapi pulang dulu keluar negeri”

“Dan kita bisa memandang luar negeri dengan hanya melongokkan kepala keluar jendela”

 

“Apa tujuannya?”, seseorang bertanya.

“Tujuan? Tujuan melongok?”, saya ingin tahu apa maksud pertanyaannya. Seseorang tepuk tangan yang kemudian diikuti oleh lainnya.

“Bukan. Tujuan berdirinya negara ini?”

“Tujuan berdirinya negara ini adalah membuat sebuah negara yang tidak memiliki tujuan”

“Bersenang-senang”

“Ya, bersenang-senang”

 

“Harus punya slogan”

“Iya, nanti kita bikin sama-sama. Lambangnya juga”

“Bendera juga”

“Iya. Benderanya juga”

 

“Siapa Presidennya?”, seseorang bertanya

“Jangan kamu, Pid”, celetuk seseorang yang lain.

“Iya jangan saya. Harus diadakan Pemilu setelah selesai acara”

 

“Eh, nama negaranya apa?”

“Saya sudah konsultasi sama guru saya, Ninuk. Kemarin. Saya mengajukan nama Panasdalam”, jawab saya. The Panasdalam ini beberapa tahun kemudian oleh Ramok, kini dosen DKV di ITS, dialihbahasakan ke dalam bahasa inggris menjadi Hot Inside Cool Outside.

 

“Wah ha ha kok nama penyakit!!!”

“Makanya saya kasih The di depannya untuk membedakan dari itu. Tidak ada panasdalam selain The Panasdalam”

“Kenapa Panasdalam’

“Iya. Bandung dingin. Di luar dingin, di dalam hareudang”, jawab saya. Hareudang itu bahasa sunda, artinya panas.

 

“Pid, kayak yang mau menyaingi Panasonic”

“Ha ha ha”

“Terserah apa namanya”, celetuk seseorang.

“Atau Panasdalam itu singkatan”, kata saya,”Lam nya Islam, Da nya Hindu Buddha, Nas nya Nasrani. Pa nya paganisme. Kita di sini kan berbeda agama, malah ada juga yang pagan”

“Si Pupus”, jawab seseorang menyebut salah seorang yang ada hadir di situ.

“Saya bukan Pagan, agama saya pangan, ajarannya pangan ora pangan kumpul”

“Ha ha ha”

“The nya?”

“The nya? Singkatan dari The Panasdalam”

“Iyaaa”

“Artinya, “sambung saya, “inilah sebuah negara yang masyarakatnya bersikap menjunjung toleransi beragama yang bukan sekedar di mulut saja”.

 

“Penduduknya segini?”

“Nanti akan ditulis siapa saja yang mau”

 

Itu adalah dialog yang berhasil saya ingat. Setelah acara dialog selesai, saya kembali berdiri dan membacakan proklamasi tentang berdirinya sebuah negara bernama Negara Kesatuan Republik The Panasdalam, yang disingkat menjadi NKR THE PANASDALAM. Malam setelah itu kemudian menjadi semakin larut. Saya ada janji mau nginep di rumah Ninuk dan permisi pulang. Semua akhirnya pada pulang juga ke tempanya masing-masing. Pulang membawa janji untuk besok ketemu lagi di tempat yang sama, di tempat yang terang oleh banyak lampu neon itu, yang jika kau memandangnya dari jauh pada malam hari, kau akan melihat sebuah ruangan terang itu dipenuhi oleh bayangan manusia, bayangan mahasiswa, yang kalau dipikir-pikir –dipikir oleh kamu yang lebih betah di rumah–mau apa sih malam-malam masih juga ada di kampus. Link Pendidikan Sejarah Perjuangan

Iklan
10
Agu
11

Argumentum in Absurdum

The PanasDalam, band aneh dari Bandung, lagu-lagunya sangat menjengkelkan, tapi saya memutarnya hampir setiap hari, di bis, di kamar, atau lagi tiduran di mesjid–saya ulang-ulang hampir semua lagunya, masih tetap aneh, kenapa saya ketawa-ketawa, padahal ngantuk berat. Saya upload lagu-lagunya, biar kapan-kapan dimanapun bisa saya saya download, agar persoalan ini. Ada saatnya imajinasi menemukan pernyataan-pernyataan yang jarang dipikirkan, dan pikiran-pikiran yang susah dinyatakan. Barangkali disebabkan musik, atau jiwa yang bebas. Kurang ajar, atau mungkin semestinya jujur. Atau karena hidup di zaman ini mesti disikapi dengan pikiran-pikiran aneh, “kurang ajar”, bruk-brak, lelucon, humoris, tapi tetap kritis.  Suara itu, lamat, seperti dari hati, semaam idealisme yang aneh, putus asa yang aneh, harapan, marah, pengalaman yang aneh, absurd. Tapi toh seringkali kebenaran ditemukan dalam tumpukan tawa dan canda.

 

Selalu, hanya kelompok kecil saja yang mau manjadi “martir” untuk hidup yang banal ini,  berdebat dengan banyak cara, alat, medium…hanya sekedar ingin menanam dalih dalam pedih. Orang-orang absurd, hidup absurd, memakai kesenian untuk meruncingkan senyum yang sinis bagi gempita keseharian, filsafat, gaya hidup, budaya dan sistem yang ironis, yang terkadang bengis. Saya dengar ada Erwin, Nawa Pandal, Cahya, Roy, Pidi Baiq,  siapapun, yang bergeletakan jadi wirid yang liat sebagai Argumentum in Absurdum–terlepas pergantian personil, masa bodo, tak sedikipun saya peduli, toh yang penting karya-karyanya yang lahir, yang bisa kita dengar, sampai  untuk anak cucu kita.

 

Ternyata hidup di dunia ini untuk bersenang-senang, ya daripada mati bunuh diri. Tertawa-tawa, daripada terbawa-bawa kecewa tanpa tawa. Jarang benar orang bisa berpikir di saat ia tertawa. Ko renungan, hikmah, kebenaran dsb. selalu saja identik dengan buku tebal nan serius? Sistem logika yang rapi dan rumit? Sebenarnya sungguh lucu hidup ini, pikiran ini, hanya saja kita 24 jam terlalu serius mengisi “teka-teki silang” hidup ini. Jadi ingat ungkap Milan Kundera, saat manusia berpikir, Tuhan tertawa, tapi toh tawa adalah salah satu bentuk  “pikiran yang bebas”, bahwa humor selalu hadir dalam proses yang tak pernah usai, seperti juga musik yang diterima oleh manusia dalam liku wajah sejarah yang berubah-ubah, warna budaya berbeda-beda.   Para pejabat boleh bersenang-senang denga politik, rakyat pun bisa bersenang-senang dengan musik.

 

Betapa selama ini keseharian kita masih berputar dalam jalur yang kaku, tanpa tawa, tak pandai menertawakan diri sendiri. Lantas dengan apa segalanya bisa kita sampaikan, jika jiwa dan pikiran masih terbelenggu kaidah-kaidah, sopan santun aspirasi, feodalisme komunikasi dan bisikan eufimisme? Kita butuh seni yang bisa membebaskan gagasan dan imajinasi yang gila sekalipun, semacam medium katarsis yang pada gilirannya akan membuat kita bisa menerima banyak kenikmatan dan kesenangan dalam menghayati hidup. Inovasi, kreativitas bahkan kebenaran yang segar ternyata bisa kita temukan jika diri kita dalam keadaan gila, bebas, tertawa, ektase….meureun. Ah, ko dibikin rumit, yang penting raga sehat, jiwa kiat, hati dan pikiran senang.

 

Link : Kompasiana, Facebook

04
Agu
11

Tes Kode Streaming

<object classid=”clsid:02BF25D5-8C17-4B23-BC80-D3488ABDDC6B” codebase=”http://www.apple.com/qtactivex/qtplugin.cab&#8221; width=”420″ height=”380″>
<param name=”src” value=”launch.mov”>
<param name=”loop” value=”false”>
<param name=”autoplay” value=”false”>
<param name=”controller” value=”true”>
<param name=”qtsrc” value=”rtsp://118.98.222.142/seamolec1.sdp”>
http://launch.mov
</object>

02
Agu
11

Tools/Sofware Penting Mahasiswa TKJ

Berikut ini adalah beberapa alamat link tutorial/tools/ software (freeware) yang akan sering digunakan oleh mahasiswa D1 Teknik Komputer Jaringan.

1. VirtualBox untuk mempelajari sistem operasi server Linux (Debian)a. http://www.virtualbox.org/

b. http://blog.fastncheap.com/virtual-machine-virtualbox-windows/

c. http://www.youtube.com/watch?v=p8kSqyBs-QA&feature=related

2. GNS3 untuk simulasi jaringan komputer

a. http://www.gns3.net/

b. http://www.youtube.com/watch?v=Ni1v9MyQ0Nc

c. http://nchc.dl.sourceforge.net/project/gns-3/GNS3/0.5/GNS3-0.5-tutorial.pdf

3. IDE Eclipse untuk pemrograman Java

a. http://java.lyracc.com/belajar/java-untuk-pemula/eclipse-ide

b. http://www.youtube.com/watch?v=UGmhks4K13g

c. http://www.engr.mun.ca/~licheng/1020/how-to/eclipseTutorial/eclipseCppTutorial.htm

4. IDE Eclipse untuk pemrograman C++

a. http://www.youtube.com/watch?v=xryv0fCL8us

b. http://www.engr.mun.ca/~licheng/1020/how-to/eclipseTutorial/eclipseCppTutorial.htm

5. IDE Elcipse untuk pemrograman web (PHP & MySQL)

a. http://rijalulfikri.wordpress.com/2008/03/01/pemrograman-php-dengan-eclipse/

b. http://www.youtube.com/watch?v=VRFZpk-YHl4

c. http://www.tanguay.info/web2008/tutorial.php?idCode=phpDevelopmentQuick

d. http://www.coursesweb.net/php-mysql/video-tutorials_t2

6. IDE Visual C++ Express untuk mempelajari aplikasi TCP/ IP dengan pemrograman C++

a. http://www.youtube.com/watch?v=dMAOhPot8rg

b. http://www.youtube.com/watch?v=TH-kp1swZXM

c. http://www.youtube.com/watch?v=w5MPIkveJoQ

d. http://www.youtube.com/watch?v=T7DfHWnXIdM

01
Agu
11

B.J. Habiebie : Tentang Ilmuwan Indonesia

Ketika membuka berita yahoo hari ini betapa terkejutnya saya ada sebuah judul Artikel yang berjudul ” Habibie: Ilmuwan Nggak Usah Pulang ke Indonesia “, ketika baru membaca saya kaget dan termenung sejenak dan dalam hati kecil bertanya-tanya ” Bagaimana mungkin seorang habiebie bisa mengatakan hal seperti ini ??? Judul itu sangat mempresentasikan bahwa Bpk. B.J. Habiebie yang seorang ilmuwan Indonesia sangat saya kagumi menyarankan Ilmuwan-ilmuwan kita agar tidak pulang ke Tanah Air Tercinta. Penasaran dengan itu sayapun membaca artikel lengkap. Ternyata itu hanya sebaug pendapatnya saja bukan menyarankan, dalam kalimat pertama di artikel tersebut “B.J. Habibie memaklumi adanya orang pintar Indonesia yang memilih tidak pulang ke tanah airnya. Meski memilih tinggal di luar negeri, Habibie yakin orang-orang itu tetap cinta Indonesia.” ini bisa dibilang sebagai hal yang wajar, karena mungkin ilmuwan tersebut tidak mendapatkan posisi yang dia inginkan disini….

Pasalnya 2 bulan yang lalu ketika berdialog dengan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta beliau sangat menyarankan kepada ilmuwan khususnya di 48.000 ilmuwan pesawat terbang untuk pulang kampung membangun negeri ini kembali, pasca tragedi jatuhnya pesawat M60 buatan Cina di Timika yang mengorbankan seluruh penumpang dan awak pesawatnya.

Kadang saya pun berpikir kenapa negeri ini bisa seperti ini, kalau dibilang orang kita gak pandai ???

Berapa banyak siswa-siswi kita yang menjadi Juara Olimpiade tingkat Internasional ???  ada dimana sekarang ??

Berapa banyak lulusan Sarjana negeri ini dengan nilai Predikat CumLaude ???  dimana mereka yaa ??

Berapa banyak mahasiswa yang keluar negeri untuk menimba ilmu dengan biaya dari negara ??? apakah mereka terlanjur enak di luar negeri ??

Dan masih banyak pertanyaan lain yang menerangkan bahwa negara kita adalah negara yang kaya akan SDM dan SDA yang dapat memakmurkan rakyat Indonesia yang berkeadilan sosial ,,,,

Teringat perkataan salah satu tokoh yang saya lupa namanya

“Negara ini akan bisa maju bila Ilmuwan kita bisa bangga hidup di negeri sendiri untuk membangun negeri meskipun dengan gaji minim bila dibandingkan negara lain”

“Negara ini akan maju bila seluruh rakyaknya sadar dan rela membeli barang dengan tidak ada subsidi, meskipun harganya lebih mahal tapi kita akan mampu bersaing dengan negara luar, karena pemberian subsidi telah membuat kita menjadi sangat lemah”

“Dan tidak ada lagi koruptor di negeri ini”

 




free counters

KALENDER GUE

Agustus 2011
S S R K J S M
« Jun   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

FaceBook Gue Nich

Blog Stats

  • 43,847 hits

Top Clicks

  • Tidak ada